, , , ,

Persija Rusuh Tangerang: Laga Berdarah di Banten International Stadium

oleh -90 Dilihat
oleh
Perija menelan kekalahan 3-2 dari Tuan Rumah Persita. 17.10.2026 semalam di Banten. PosNusantara,com

SERANG, KabarNusa.my.id — Persija rusuh Tangerang kembali terjadi. Malam yang seharusnya menjadi panggung sepak bola berubah menjadi medan pertempuran. Di Banten International Stadium (BIS), Sabtu, 17 Oktober 2026, pertandingan antara tuan rumah Persita Tangerang dan tamu Persija Jakarta harus terhenti selama 30 menit akibat kericuhan antarsuporter.

Laga yang digelar pukul 19.00 WIB itu awalnya berjalan normal. Namun, saat jeda antar babak, ketegangan di tribun memuncak. The Jakmania dan suporter Persita terlibat saling lempar flare, memaksa pertandingan dihentikan sementara. Babak kedua baru dimulai pukul 20.30 WIB.

Persija rusuh Tangerang bukan insiden pertama. Pada Januari 2026, kericuhan serupa juga terjadi di Stadion Indomilk Arena, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, usai laga yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Persija.

Persija Rusuh Tangerang: Malam Ketika Sepak Bola Berhenti Menjadi Pertandingan

Persija rusuh Tangerang menjadi cermin dari masalah yang lebih dalam: rivalitas yang melampaui batas sportivitas. Kericuhan di BIS terjadi di Tribune Utara dan Tribune Selatan—dua area yang menjadi tempat berkumpulnya suporter kedua kubu.

Seorang saksi mata menggambarkan suasana mencekam saat flare melayang dari satu tribun ke tribun lain. “Suporter sampai turun hingga ke pinggir lapangan,” lapor Kompas.com. Beberapa pemain Persija, dipimpin kapten Rizky Ridho, berusaha menenangkan The Jakmania yang emosional.

Namun, Persija rusuh Tangerang tidak berhenti di dalam stadion. Ketegangan berlanjut hingga ke luar venue. Sejumlah suporter dari kedua kubu tertahan di area stadion karena takut pulang akibat potensi kericuhan susulan.

Kronologi: Dari Tribune Utara hingga Penundaan 30 Menit

Berikut kronologi Persija rusuh Tangerang berdasarkan informasi yang dihimpun:

  1. Pukul 19.00 WIB — Kick-off pertandingan Persita vs Persija di Banten International Stadium, Serang.

  2. Jeda Babak Pertama — Kericuhan pecah di Tribune Utara dan Selatan. Saling lempar flare terjadi antara The Jakmania dan suporter Persita.

  3. Penundaan — Pertandingan dihentikan sementara. Panitia pelaksana berupaya menenangkan suporter. Pemain Persija turun tangan.

  4. Pukul 20.30 WIB — Babak kedua dimulai setelah penundaan sekitar 30 menit.

  5. Usai Laga — Polisi mengawal kepulangan kedua kelompok suporter. The Jakmania keluar lebih dulu atas desakan mereka sendiri.

  6. Kericuhan antar suporter di Jeda Laga Babak ke 2/Foto Istimewa

Kekalahan Pertama Persija dan Gol di Injury Time

Di tengah kericuhan, pertandingan tetap berjalan hingga tuntas. Persita Tangerang berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2. Ini adalah kekalahan pertama Persija di Super League 2026/2027 setelah sebelumnya meraih empat kemenangan beruntun.

Gol-gol Persita dicetak oleh Luquinhas (menit ke-5), Rayco Rodriguez (61′), dan Andrejic Aleksa (90+5′). Gol terakhir di injury time memastikan kemenangan dramatis bagi Pendekar Cisadane.

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengakui kekalahan timnya akibat gagal mengantisipasi serangan balik dan kesulitan menembus pertahanan rapat Persita.

Polisi Bergerak Cepat: 30 Bus Jakmania Dikawal hingga Tol

Persija rusuh Tangerang mendapat respons cepat dari kepolisian. Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, menyatakan bahwa pihaknya segera menengahi kericuhan dan mengatur penguraian massa.

Awalnya, polisi berencana mengeluarkan suporter tuan rumah terlebih dahulu. Namun, desakan dari The Jakmania yang khawatir akan keselamatan mereka membuat strategi diubah. “Akhirnya Persija kita keluarkan terlebih dahulu, baru kemudian dari Persita,” ujar Yudha.

Sebanyak 30 bus rombongan The Jakmania dikawal ketat oleh aparat hingga mencapai pintu tol menuju Jakarta. Hingga Minggu dini hari, kondisi di sekitar BIS dilaporkan kembali kondusif.

Peringatan Shin Tae-yong yang Terabaikan

Dua hari sebelum pertandingan, Shin Tae-yong telah mengingatkan The Jakmania agar tidak membuat masalah di Banten. Peringatan itu lahir dari insiden sebelumnya—penyerangan bus EPA Persib Bandung oleh oknum The Jakmania di Batang, Jawa Tengah.

“Seperti ketika Jakmania datang ke Yogyakarta dan menciptakan budaya dukungan yang baik, saya berharap hal yang sama bisa dilakukan saat mereka datang ke Banten.” — Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta

Peringatan itu tidak diindahkan. Persija rusuh Tangerang pun terjadi, mencoreng citra klub yang sedang dalam performa positif.

Sejarah Panjang Kerusuhan Suporter di Tangerang

Persija rusuh Tangerang bukan kali pertama. Pada 30 Januari 2026, kericuhan terjadi di Stadion Indomilk Arena, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, usai laga Persita vs Persija yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Persija.

Saat itu, kericuhan dipicu oleh aksi saling lempar di sekitar Gate 6–7 stadion. Polisi berhasil meredam dalam waktu dua menit dan memastikan tidak ada korban jiwa.

Pola yang berulang ini menunjukkan bahwa Persija rusuh Tangerang bukan insiden sporadis, melainkan persoalan struktural dalam budaya suporter yang belum terselesaikan.

Ketika Kemenangan Ternoda oleh Kerusuhan

Persija rusuh Tangerang meninggalkan luka bagi sepak bola Indonesia. Persita meraih kemenangan dramatis 3-2, tetapi malam itu tidak sepenuhnya milik mereka. The Jakmania pulang dengan rasa takut, dikawal 30 bus menuju Jakarta. Dan pertandingan yang seharusnya menjadi panggung sportivitas berubah menjadi medan konflik.

Di tribun BIS, flare mungkin telah padam. Namun, pertanyaan tentang bagaimana mengelola rivalitas tanpa kekerasan masih menyala. Persija rusuh Tangerang adalah pengingat bahwa sepak bola, di tangan yang salah, bisa menjadi alat pemecah belah—bukan pemersatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.