,

Botram di Sekepondok: Warga RT 007 RW 009 Padasuka Rayakan HUT ke-81 RI dengan Makan Bersama Beralas Daun

oleh -14 Dilihat
oleh
Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, semangat gotong royong dan kebersamaan masih hidup di lingkungan RW 009, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying. Sejumlah warga RT 007 dengan sukarela menggelar kegiatan botram atau makan bersama di halaman parkir garasi milik Dedi Juanda di Jalan Sekepondok I, pada Minggu (30/8/2026).KabarNusa.my.id

Bandung, KabarNusa.my.id – Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, semangat gotong royong dan kebersamaan masih hidup di lingkungan RW 009, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying. Sejumlah warga RT 007 dengan sukarela menggelar kegiatan botram atau makan bersama di halaman parkir garasi milik Dedi Juanda di Jalan Sekepondok I, pada Minggu (30/8/2026) . Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara ngarah riah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan alas daun pisang yang digelar memanjang dan biaya iuran warga, momen ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal tetap lestari di tengah modernitas.

Botram: Tradisi Makan Bersama Khas Sunda yang Sarat Makna

Botram adalah tradisi makan bersama yang berasal dari masyarakat Sunda . Kata “botram” sendiri diambil dari bahasa Belanda boterham yang berarti roti dengan mentega dan ham, yang kemudian diadopsi oleh masyarakat Sunda dan berubah makna menjadi kegiatan makan bersama di luar ruangan . Dalam tradisi ini, setiap peserta membawa makanan dari rumah masing-masing secara sukarela . Makanan kemudian diletakkan di atas alas daun pisang yang digelar memanjang, dan semua peserta duduk bersama menyantap hidangan tanpa sekat status sosial .

Tradisi botram bukan sekadar cara makan, tetapi mengandung filosofi mendalam :

  • Kebersamaan: Semua duduk sejajar tanpa batasan sosial

  • Solidaritas: Berbagi makanan dari satu alas yang sama

  • Kehangatan: Suasana santai, penuh keakraban dan kekeluargaan

Dari Garasi Dedi Juanda di Sekepondok I: Gotong Royong dalam Iuran dan Kebersamaan

Warga RT 007 RW 009 Sekepondok I memilih lokasi yang unik untuk menggelar botram: halaman parkir garasi milik Dedi Juanda, yang beralamat di Jalan Sekepondok I, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung . Meskipun bukan tempat yang luas atau mewah, semangat kebersamaan justru terasa lebih kental. Pilihan lokasi ini mencerminkan bahwa botram dapat dilakukan di mana saja—di sawah, lapangan terbuka, atau bahkan di halaman rumah warga .

Kegiatan botram ini dibiayai melalui iuran warga, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya Indonesia. Setiap kepala keluarga atau peserta berkontribusi sesuai kemampuan. Dana iuran kemudian digunakan untuk membeli bahan makanan yang disiapkan dan dimasak bersama. Model pendanaan ini menunjukkan bahwa botram tidak memerlukan biaya besar, tetapi justru mengandalkan partisipasi aktif seluruh warga.

Seperti yang diungkapkan dalam berbagai tradisi botram di Jawa Barat, kebiasaan warga saling membawa makanan dan berbagi satu sama lain adalah gambaran sederhana tentang semangat gotong royong . Dalam botram tidak ada sekat siapa yang membawa makanan lebih banyak atau lebih sedikit—semua dapat dinikmati bersama.

Botram di Tengah HUT ke-81 RI: Syukur dan Mempererat Silaturahmi

Kegiatan botram ini menjadi bagian dari rangkaian acara ngarah riah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Botram yang digelar dalam momen kemerdekaan bukanlah hal baru. Di berbagai daerah, tradisi makan bersama sering menjadi puncak perayaan HUT RI .

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, kemerdekaan Indonesia ke-81 ini harus disyukuri bersama. Syukur itu tidak cukup hanya dengan lisan, tetapi dengan terus menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), memperkuat gotong royong, serta menjaga kerukunan .

Hal serupa terjadi di Sekepondok I, RW 009. Botram menjadi ajang untuk:

  1. Mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun

  2. Mempererat silaturahmi antarwarga yang mungkin renggang akibat kesibukan

  3. Menumbuhkan kembali semangat gotong royong di lingkungan perkotaan

 Manfaat Botram: Dari Kesehatan hingga Modal Sosial

Tradisi botram memberikan berbagai manfaat, baik secara sosial, kesehatan, maupun lingkungan.

Manfaat Sosial

  • Mempererat tali silaturahmi antartetangga dan anggota komunitas 

  • Menumbuhkan semangat gotong royong melalui iuran dan persiapan bersama

  • Menghilangkan sekat sosial, karena semua peserta duduk dan makan bersama tanpa memandang status

  • Menjadi modal sosial yang memperkuat ikatan komunitas

Manfaat Kesehatan

Penggunaan daun pisang sebagai alas makan memberikan keunggulan tersendiri:

  • Daun pisang mengandung senyawa polifenol, antioksidan yang menangkal radikal bebas

  • Lapisan lilin alami pada daun pisang akan meleleh dan membaur dengan makanan, menciptakan aroma khas yang menggugah selera

  • Daun pisang yang digunakan sekali pakai menghindarkan dari risiko penyakit akibat wadah yang dipakai berulang-ulang

  • Tidak menggunakan plastik atau wadah berbahan kimia yang berbahaya jika terkontaminasi panas

Manfaat Lingkungan

  • Daun pisang mudah terurai (ramah lingkungan) dibandingkan peralatan makan sekali pakai berbahan plastik

Botram yang digelar warga RT 007 RW 009 Sekepondok I, Kelurahan Padasuka, di halaman parkir garasi Dedi Juanda adalah bukti bahwa tradisi makan bersama beralas daun pisang tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat perkotaan. Dengan iuran warga dan semangat gotong royong, momen ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI yang sarat makna: syukur, kebersamaan, dan penguatan silaturahmi.

Di tengah gempuran budaya modern, botram mengingatkan kita bahwa makanan sederhana akan terasa lebih lezat jika disantap bersama. Dan di atas daun pisang yang hijau, semua orang setara—tanpa sekat, tanpa status, hanya kebersamaan yang hangat.

📝 KabarNusa.my.id — Akurat – Terpercaya – Inspiratif

Kabar dari Daerah untuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.