Bukittinggi, KabarNusa.my.id – PT Haleyora Powerindo (HPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang bersih dan berintegritas. Pada Rabu, 2 September 2026, perusahaan menggelar Acara Integritas yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unit di lingkungan Unit Pelaksana (UP) 4 Sumatera Barat dan Unit Layanan Bukittinggi.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan HPI, yakni Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Muhammad Feriansyah dan Kepala Divisi Human Capital Management (HCM) Al Fatah Dwi Putra. Kehadiran para pemimpin ini menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama yang harus dibangun dari level tertinggi hingga ke seluruh lini organisasi.
Membangun Fondasi Perilaku di Lingkungan Kerja
Acara Integritas yang digelar di Bukittinggi ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen PT Haleyora Powerindo dalam menanamkan nilai-nilai integritas di seluruh lini organisasi. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman para pegawai mengenai pentingnya perilaku jujur, disiplin, dan akuntabel dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Kami ingin memastikan setiap pegawai di lingkungan PT Haleyora Powerindo memahami bahwa bekerja dengan integritas bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebanggaan,” ujar Muhammad Feriansyah, Direktur SDM PT Haleyora Powerindo, dalam sambutannya.
Komitmen ini sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang dijalankan perusahaan, meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan. Sebagai bagian dari ekosistem PLN Group, HPI juga terus memperkuat sinergi dengan PT PLN Electricity Services (PLN ES) dalam berbagai program pengembangan SDM.
Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk merenungkan kembali peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga integritas organisasi. Dengan menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang, peserta mendapatkan perspektif yang komprehensif tentang pentingnya integritas dalam dunia kerja.

Pemateri dari Kejaksaan, KPK, dan Motivator Profesional
Acara Integritas ini menghadirkan jajaran pemateri dengan kompetensi di bidang hukum, pencegahan korupsi, dan pengembangan karakter. Mereka membawakan materi yang saling melengkapi untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya integritas di lingkungan kerja.
Muhammad Ikhwan, S.H., M.Kn – Kejaksaan Negeri Bukittinggi
Muhammad Ikhwan yang menjabat sebagai Kasubsi Penuntutan Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bukittinggi membawakan tema “Integritas sebagai Fondasi Organisasi dan Pencegahan Korupsi”. Pemateri dari Kejaksaan ini memaparkan pentingnya integritas sebagai fondasi organisasi, serta memberikan pemahaman tentang berbagai bentuk tindak pidana korupsi, modus operandi, dan konsekuensi hukumnya.
Ia juga memperkenalkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagai alat pengendalian sebelum terjadinya penyimpangan. “Keadilan bukan sekadar tugas, tapi sumpah,” tegas Muhammad Ikhwan dalam paparannya.
Dr. Syahril, S.H., M.H., CGCAE – Penyuluh Antikorupsi KPK
Dr. Syahril yang berperan sebagai Penyuluh Antikorupsi KPK sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat membawakan tema “Sosialisasi Antikorupsi dan Penguatan Nilai Integritas”. Pemateri dari KPK ini memberikan pemahaman mendalam tentang akar masalah korupsi, termasuk Teori GONE (Greed, Opportunity, Need, Exposure) dan Fraud Triangle.
Ia juga memaparkan 30 jenis tindak pidana korupsi, perbedaan antara gratifikasi, suap, dan pemerasan, serta titik-titik rawan korupsi di lingkungan kerja. “Korupsi bukan sekadar kejahatan hukum—melainkan kejahatan terhadap kemanusiaan karena merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Dr. Syahril.
Dedi Vitra Johor – Motivator & Business Coach
Dedi Vitra Johor dari ASB Indonesia membawakan tema “TEAMCORE™: Integritas dan Disiplin—Bekerja Benar Saat Tidak Ada yang Melihat”. Pemateri motivator ini mengajak peserta merenungkan pertanyaan mendasar tentang integritas melalui pendekatan TEAMCORE™, yang mencakup empat tingkat modal dipercaya: Character, Competency, Communication, dan Contribution.
Ia menekankan bahwa integritas sejati diuji ketika seseorang memiliki kesempatan untuk melanggar. “Orang direkrut karena kompetensinya. Dipertahankan karena karakternya. Berkembang karena komunikasinya. Dan dikenang karena kontribusinya,” pesan Dedi Vitra Johor.
Tim PLN Electricity Services
Pemateri dari PLN ES memberikan pemahaman tentang Prinsip 4 No’s (No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Hospitality) serta mekanisme pelaporan gratifikasi dan whistleblowing system sebagai kanal pelaporan pelanggaran yang aman dan terlindungi.
Peserta dari Berbagai Unit
Acara Integritas ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai unit di lingkungan PT Haleyora Powerindo dan PLN Electricity Services UP 4 Sumatera Barat. Berdasarkan daftar undangan, peserta terdiri dari manajer, supervisor, teknisi gangguan dari ULP Koto Tuo, serta petugas biller dari ULP Bukittinggi.
Kehadiran peserta dari berbagai jenjang jabatan—mulai dari manajer, supervisor, teknisi gangguan, hingga petugas billing—menunjukkan bahwa budaya integritas adalah tanggung jawab bersama, tidak terbatas pada level tertentu. Hal ini penting mengingat setiap posisi memiliki potensi kerawanan yang berbeda-beda, sebagaimana disampaikan oleh pemateri dari KPK tentang titik-titik rawan korupsi di lingkungan kerja.
Integritas dan Disiplin: Kunci Keberhasilan Organisasi
Dalam sesi acara, para peserta diberikan pemahaman bahwa integritas bukan hanya tentang tidak melakukan korupsi, tetapi juga tentang konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan. Pegawai yang berintegritas adalah mereka yang tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi.
Materi tentang disiplin kerja juga menjadi sorotan utama. Seperti yang disampaikan dalam sesi motivasi, “Disiplin adalah menjaga orang yang kita cintai”—prosedur yang dilewati satu langkah, APD yang “sekali ini saja”, akibatnya bisa membuat seseorang tidak pulang.
Para peserta juga diajak untuk merenungkan pertanyaan mendasar: “Kalau tidak ada yang mengawasi Anda, standar kerja seperti apa yang tetap Anda jaga?” Pertanyaan ini menjadi pengingat bahwa integritas sejati diuji ketika tidak ada pengawasan.
Sinergi HPI dan PLN ES di Bawah Satu Atap
Acara Integritas ini menjadi simbol nyata dari sinergi yang semakin erat antara PT Haleyora Powerindo dan PT PLN Electricity Services (PLN ES). Seperti diketahui, HPI kini berada di bawah naungan PLN ES sebagai bagian dari transformasi besar yang tengah berlangsung di tubuh PLN Group.
Dengan adanya sinergi ini, berbagai program pengembangan SDM—termasuk acara integritas—dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Hal ini sejalan dengan visi bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.
Acara Integritas yang digelar PT Haleyora Powerindo di Bukittinggi pada 2 September 2026 menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan berintegritas. Dengan dihadiri oleh Direktur SDM Muhammad Feriansyah, Kepala Divisi HCM Al Fatah Dwi Putra, serta puluhan peserta dari berbagai unit, acara ini berhasil memperkuat pemahaman kolektif bahwa integritas adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di tengah transformasi besar PLN Group, penguatan budaya integritas menjadi investasi jangka panjang yang tak tergantikan. Seperti pesan yang disampaikan dalam acara: “Integritas bukan hanya tentang tidak melakukan korupsi, tetapi tentang membangun sistem dan budaya yang membuat keputusan benar menjadi pilihan yang paling mudah.”
📝 KabarNusa.my.id — Akurat – Terpercaya – Inspiratif dari Nusantara, untuk Indonesia.





