Dentuman Misterius Bandung BMKG Skyquake: Fenomena Langit yang Gegerkan Warga

oleh -31 Dilihat
oleh
Kota Bandung, saat malem diambil.KabarNusa.my id

BANDUNG, KabarNusa.my.id — Warga Bandung Raya dikejutkan oleh suara dentuman misterius yang terdengar pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Suara keras dan berulang itu bahkan membuat kaca jendela dan pintu rumah warga ikut bergetar dalam durasi yang cukup lama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung buka suara mengenai fenomena ini. Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, BMKG mendefinisikan kejadian tersebut sebagai fenomena skyquake atau dentuman langit yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara pasti penyebab utamanya.

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bandung Raya

Suara dentuman misterius mulai terdengar sejak sekitar pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB dini hari. Tidak hanya di Kota Bandung, suara tersebut juga dilaporkan terdengar hingga Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Purwakarta, hingga Cianjur.

Sejumlah warga menggambarkan suara dentuman tersebut berirama konstan, mirip pukulan pada tembok berukuran besar atau gema dentuman bass dari panggung musik. Getaran tipis yang diiringi suara berulang membuat tak sedikit warga memilih keluar rumah karena khawatir terjadi gempa bumi.

“Jam 11 malam sudah mulai terdengar. Kaca rumah terasa bergetar tipis tapi terus-terusan,” tulis salah satu warga di media sosial.

Warga lainnya sempat mengira suara dentuman beruntun tersebut berasal dari latihan militer atau aktivitas tertentu.

Fenomena Skyquake atau Dentuman Langit

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa seluruh instrumen pemantauan geofisika dan meteorologi, mulai dari data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga anomali magnet bumi di kisaran waktu terjadinya dentuman.

Hasilnya, BMKG mendefinisikan kejadian tersebut sebagai skyquake atau dentuman langit. Suaidi mengatakan, dentuman dapat muncul akibat berbagai fenomena geofisika, seperti swarm earthquake atau rangkaian gempa kecil, aktivitas gempa di kawasan karst, hingga gempa yang dipicu oleh runtuhan.

Fenomena dengan suara serupa juga pernah terdengar di Cianjur, termasuk ketika wilayah tersebut mengalami gempa pada 2025.

jalan Braga saat malam hari.KabarNusa.my.id

Bukan Gempa, Bukan Juga Erupsi Anak Krakatau

BMKG memastikan dentuman yang terjadi bukan berasal dari gempa bumi. Berdasarkan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di wilayah Bandung Raya, baik di Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun sesar aktif lainnya.

BMKG juga memastikan dentuman tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Suaidi menegaskan, aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan tidak menunjukkan hubungan dengan fenomena di Bandung Raya.

“Kalau di Kota Bandung, menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin,” ujar Suaidi.

Fenomena dentuman justru hanya terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya, sementara wilayah Banten, Jakarta, maupun Bogor yang lokasinya lebih dekat dengan Krakatau tidak melaporkan hal serupa.

baca juga :

Proyek Parkir Otomatis Bandung Mangkrak, Dishub Patut Diinvestigasi di Tengah Maraknya Parkir Liar

Kripik Maicih Hancur? Ini Fakta di Balik Kejayaan dan Kontroversi Camilan Pedas Legendaris Bandung

Hipotesis Danau Purba dan Anomali Magnet Bumi

Meski penyebab utama dentuman masih misterius, BMKG mengemukakan beberapa temuan menarik:

  1. Anomali Magnet Bumi — Instrumen magnet bumi di Stasiun Sukabumi dan Serang mendeteksi gangguan antara Jumat (4/9) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (5/9) pukul 02.00 WIB. Karena tidak ada aktivitas badai matahari, anomali diperkirakan berasal dari dalam bumi.

  2. Aktivitas Petir di Krakatau — Data Lightning Detector BMKG menunjukkan adanya aktivitas petir yang cukup signifikan di sekitar Gunung Anak Krakatau pada periode yang berdekatan dengan waktu kejadian.

  3. Hipotesis Danau Purba — BMKG mengemukakan hipotesis ilmiah dari literatur yang menyebut bahwa skyquake dapat dipicu oleh aktivitas pelepasan gas metana dari dasar cekungan Danau Purba, mengingat wilayah Bandung Raya berdiri di atas eks-Danau Bandung Purba.

Masih Misterius, Perlu Kajian Lanjutan

Hingga saat ini, penyebab pasti dentuman misterius yang mengguncang Bandung Raya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari masih belum terjawab.

BMKG menyebut fenomena ini sebagai skyquake atau dentuman langit, namun belum dapat memastikan sumber utamanya. Penelitian lanjutan, menurut Suaidi, perlu melibatkan peneliti dari bidang sains kebumian, geofisika, dan meteorologi.

“Ini memang belum terjawab, tapi ada literatur yang menjelaskan bahwa aktivitas skyquake tadi mungkin berkaitan dengan adanya aktivitas gas metana yang ada di danau purba,” pungkasnya.

Masyarakat Bandung Raya pun masih menantikan jawaban ilmiah atas fenomena dentuman misterius yang sempat membuat kaca dan pintu rumah mereka bergetar di tengah malam.

 KabarNusa.my.id — Kabar Daerah untuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.